Menjadikan World Cup Kali Ini Lebih Bermakna
Pada tanggal 11 Juni hingga 11 Juli 2010, semua mata akan tertuju pada salah satu event besar, yaitu piala dunia. Event besar ini akan menoreh sejarah baru di kancah persepak bolaan dunia. Seperti sebelum-sebelumnya, setiap event ini hampir memiliki sejarah baru persepak bolaan dunia. Maka wajar saja bila event empat tahunan ini selalu dinanti-nanti oleh jutaan bahkan milyaran penduduk di muka bumi ini.
Terkait dengan piala dunia dan persepak bolaan ada beberapa pandangan dari umat islam. Ada yang berpendapat bahwa sepakbola merupakan hasil karya dari umat nashrani, sehingga bila kita mengikuti kita termasuk umatnya dan akan mendapat dosa. Selain itupula, memang sering dari sekian kali diadakannya piala dunia, jadwal tandingnya adalah tengah malam, antara pukul 00.30-03.00. Jadi seakan-akan waktu yang biasa digunakan oleh mereka sebagian umat muslim untuk mendirikan qiyamullail agak sedikit terganggu dengan adanya piala dunia ini. Apalagi jika yang bertanding adalah tim besar yang memiliki pemain-pemai apik seperti prancis dengan ribery-nya, italiy dengan del piero-nya, inggris dengan rooney-nya, spanyol dengan fabregas-nya, belanda dengan van persi-nya, dan masih banyak lagi sehingga tidak mungkin ditulis satu persatu. Sehingga sangat sayang sekali di tinggalkan aksi-aksi mereka.
Tapi apakah seperti itu? Kita tidak boleh memandang piala dunia hanya membuat umat islam menjadi berkurang qiyamullailnya. Tetapi alangkah lebih bijaknya jika seorang muslim tersebut bisa memanajemen waktunya untuk bisa terus berqiyamullail dan sembari setelah itu bisa menyaksikan pertandingan piala dunia tersebut. Sehingga salah satu diantaranya bisa dilakukan, antara kita shalat malam dan menyaksikan pertandingan piala dunia 2010. Sebagai catatan bahwa yang namanya sudah maniak maka sulit untuk di tinggalkan, baik sebagian maupun sepenuhnya. Jadi wajar saja bila ada yang merasa mengalami kerugian besar bila tidak menyaksikan pertandingan yang dimainkan oleh tim idolanya.
Bahkan tindakan tersebut bisa menjadi sarana untuk mengajak saudara kita yang masih belum bisa shalat qiyamullail agar mereka bisa melakukannya. Mungkin dengan ajakan kita tersebut bisa menjadi kebiasaan mereka di kemudian hari. Mungkin saja mereka bisa berubah dari yang sering masbuq pada shalat subuh menjadi orang yang menempati shaff pertama pada shalat jamaah, bahkan tidak menutup kemungkinan mereka sekaligus menjadi muadzin untuk mengajak orang-orang shalat berjamaah di masjid.
Maka dari itu, kita berusaha menjadikan event piala dunia ini sebagai event perubahan diri yang paling mendasar pada diri kita, dengan tidak meninggalkan hal yang lebih utama untuk shalat malam ketimbang nonton piala dunia. Karena dari shalat malam tersebutlah ada rahasia Allah. Agar selain terukir sejarah persepak bolaan dunia juga terukir sejarah perubahan besar pada diri kita.
Sumber: Inspirasi sendiri mohon dimaklumi
Belum ada trackback.